Dengan Dibacakan Amanat Gubernur Jateng, TMMD Sengkuyung Tahap III Resmi Di Buka

Posted by kodimkaranganyar on Oktober 04, 2019 with No comments
Kodim Karanganyar - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kodim 0727/Karanganyar resmi di buka oleh Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, didampingi Dandim Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos yang diwakili Danramil 09/Ngargoyoso Kapten Inf Suyatno, serta Forkopimda kabupaten Karanganyar di lapangan desa Salam, kecamatan Karangpandan, Rabu, 02 Oktober 2019.

Pada kesempatan tersebut Bupati membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, “Program TMMD inilah bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong royongan, untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan kita hari ini. Karena mengatasi kemiskinan dan pengangguran, mewujudkan daulat pangan dan energi, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara baik, memberantas narkoba, memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme, tidak mungkin hanya mengandalkan peran Pemerintah Pusat saja, TNI/Polri saja, atau Pemerintah Daerah saja. Semua mesti keroyokan, dan semua mesti bersinergi serta bekerjasama bersama rakyat untuk menyelesaikan persoalan - persoalan tersebut.  

Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi.

Kita ingin seluruh desa di Jawa Tengah makin maju dan mandiri. Kita ingin kehidupan rakyat Jawa Tengah makin sejahtera. Jalan dan jembatan makin memadai, sehingga aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang dari dan ke desa makin lancar. Kemudian sarana prasarana fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat juga makin baik. Ketersediaan pangannya mencukupi serta tempat tinggalnya layak untuk dihuni. Yang tidak kalah penting adalah adanya kesempatan dan ruang-ruang berkreasi bagi masyarakat yang tersedia dengan baik. Nyala kreativitas di tingkat desa harus dihidupkan, agar potensi desa makin optimal sehingga pada gilirannya masyarakat desa makin mandiri dan sejahtera kehidupannya.

Pada prinsipnya masyarakat kita harus betul-betul dapat hidup secara baik, sehat dan sejahtera. Kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan harus kita atasi dan lawan bersama. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki arah kebijakan untuk mengurangi penduduk miskin yang diprioritaskan pada wilayah Kabupaten/Kota dengan persentase penduduk miskin di atas rata-rata Jawa Tengah. Untuk itulah, kita telah, sedang dan terus melakukan peningkatan sinergitas dan harmonisasi program pengurangan kemiskinan dan pengangguran berdimensi kewilayahan dengan pelibatan berbagai OPD, dengan strategi pengurangan beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan masyarakat miskin.

Kita berikan beasiswa bagi anak dari keluarga miskin. Kita bantu pembangunan untuk RTLH. Kita berikan jamkesda untuk yang non kuota, dan kita berikan pendampingan serta pemberdayaan bagi pelaku UMKM dan para kadang tani. Program ini yang harus disengkuyung bareng - bareng. Kedepan kita harapkan, RTLH perlu ditingkatkan jumlah unit-unitnya, baik melalui stimulan APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota maupun CSR dengan didukung swadaya masyarakat. Begitu pula akses jamban masyarakat harus terus diperhatikan dan ditingkatkan pula. Masyarakat tidak boleh lagi BAB sembarangan. Ajak masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, termasuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai - sungai. Ini perilaku yang tidak sehat dan membahayakan kelestarian lingkungan.

Pada akhirnya melalui TMMD ini, mari kita optimalkan berbagai program kegiatan lintas sektoral guna membantu penanggulangan kemiskinan, pengangguran dan penyelesaian PR-PR kita lainnya di Jawa Tengah. Kita ingin desa-desa di Jateng makin maju dan mandiri, dengan tetap mempertahankannya sebagai sebuah entitas unik, dengan kearifan lokal yang selalu terjaga. Desane maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakate komplet, SDM makin berkualitas unggul, mandiri, punya spiritualitas tinggi, nggak ada narkoba, kreatif dan inovatif serta berkarakter kebangsaan yang kuat. Lan sing ora kalah penting, kabudayane tansah les tari . Itu baru luar biasa. Saatnya kita lanjutkan karya bhakti dan pengabdian pada Ibu Pertiwi. Bersama kita tingkatkan kesejahteraan masyarakat  perdesaan di negeri ini,”pungkas Juliyatmono.

(Pendim 0727/Kra)