Sholat Idul Adha Sebagai Wujud Ketaqwaan Kita Kepada Allah SWT

Posted by kodimkaranganyar on Agustus 12, 2019 with No comments
Kodim Karanganyar - Tahun ini Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos., bersama keluarganya melaksanakan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijah 1440 H / 2019 M, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Minggu (11/8/19). Yang bertindak sebagai Imam dan Khotib adalah Syekh Ali Jaber (Pendakwah dan Ulama dari Madinah Kewarganegaraan Indonesia).

Di dalam khotbah Syekh Ali Jaber mengungkapkan, Hari yang paling agung di sisi Allah Subhanahu Wa Taala adalah hari raya kurban. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari nahar atau hari kurban hari ini kita umat islam dianjurkan untuk berkumandang takbir setiap waktu, dan setiap saat dimanapun kita berada menunjukkan bagaimana kita menyambut hari raya Iduladha ini dengan kebanggaan. Dan kemudian menghidupkan syiar syiar takbir dihari-hari yang mulia ini untuk menunjukkan syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Taala.
Salah satu kemuliaan dan kenikmatan yang kita dapat adalah kerena kita menjalankan ibadah puasa hari arafah, bahagialah seorang yang berkesempatan puasa hari arafah kemarin. Karena satu hari saja tapi menghapuskan dosa dua tahun, satu hari saja mendapatkan jaminan ampunan dosa dua tahun berapa banyak dosa kita tapi Allah memberikan ampunan. Kemudian dengan puasa hanya satu hari, orang yang berkesempatan bisa menjalankan puasa walaupun tidak bisa sembilan hari yang kemarin hanya satu hari, hari arafah itu sudah mendapatkan anugerah dari Allah Subhanahu Wa Taala.

Lepas itu hari raya iduladha hari raya kurban dan tiga hari kemudian yang disebutkan hari tasyrik tidak diizinkan bahkan tidak dibolehkan, bahkan diharamkan untuk kita berpuasa. Karena itu dilarang oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda hari hari tasyrik adalah hari makan dan minum dan zikir kepada allah.

Salah satu sunah yang perlu kita jaga dan kita hidupkan adalah sunah takbir mulai dari subuh hari arafah sampe habis salat asar, dihari ketiga tasyrik atau hari empat kalau dihitung dengan hari raya Iduladha setiap habis salat kita dianjurkan untuk kumandangkan takbir dengan sifat yang kita kenal, dan sifat kita tahu dalam dipimpin oleh seorang imam kita mengumandangkan takbir menunjukkan syiar kita menunjukkan kebanggaan kita, untuk menyambut dan mengagungkan Allah Subhanahu Wa Taala barangsiapa yang mengagungkan syiar Allah itu tanda-tanda ketaqwaan kita kepada Allah.

Bukan hanya takbir selepas salat fardu, tetapi juga dianjurkan untuk kita bertakbir di setiap waktu dan setiap saat dimanapun kita berada kita hidupkan syiar takbir untuk menunjukkan kemuliaan hari ini. Hal itu untuk kita menunjukkan kebanggaan kita menyambut hari yang agung dan mulia dari Allah Subhanahu Wa Taala dan kita tidak lupa mensyukuri nikmat anugerah, nikmat aman di negeri kita.

Alhamdulillah betapa ujian yang kita hadapi tapi masih Indonesia dalam kondisi aman, masih dalam kondisi tentram, masih kita bisa menjaga kebersamaan dan kebersatuaa. Ini merupakan anugerah yang sangat luar biasa, sedangkan kita lihat dan mendengar berita-berita khususnya di negara timur tengah, bagaimana mereka menghadapi tantangan, bahkan perang saudara dihari-hari yang agung dan mulia. Sedangkan jamaah wukuf, wukuf di arafah melaksanakan ibadah haji memohon rida Allah Subhanahu Wa Taala dan melepaskan dirinya dari dosa yang begitu besar adalah dosa membunuh saudaranya dosa tumpahan darah.

(Tr-Pendim 0727/Kra)